LP2M UIN Mataram menyelenggarakan “Workshop Penyusunan Proposal Penelitian LP2M UIN Mataram Tahun 2023”. Dengan menghadirkan dua orang narasumber yakni Associate Professor in Development Studies Western Sidney University in Australia Dr. Muhammad Zulfan Tadjoeddin, dan Sekretaris LPPM Universitas Mataram Prof. Dr. Aliefman Hakim, M.Si. Kegiatan diawali dengan penyampaian laporan oleh Ketua LP2M Prof. Dr. Atun Wardatun, M.A bahwa workshop dilaksanakan pada hari Senin, 27 Februari 2023 di Ruang Teater Lt. 4 Gedung Research Centre UIN Mataram, secara offline, dihadiri oleh 90 dosen dan akademisi, lingkup UIN Mataram dan luar kampus sekitar. Tujuan kegiatan workshop untuk lebih menguatkan kapasitas dosen dan akademisi dalam proposal penelitian kompetitif, strategi paraphrase, minimalis similarity dan desain mixed method penelitian.
Kegiatan diskusi dibuka oleh Wakil Rektor I UIN Mataram bapak Prof. Dr. H. Adi Fadli, M.A. beliau memberikan apresiasi kepada LP2M atas penyelenggaraan kegiatan workshop penyusunan proposal penelitian yang dilaksanakan. Lebih lanjut beliau juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada para narasumber atas kesediaannya berbagi ilmu tentang metode penulisan riset yang berkualitas, metode dan teknik-teknik dalam penyusunan proposal penelitian kompetitif kedepannya. Pada kesempatan yang sama beliau menegaskan bahwa riset bertujuan dalam pengembangan program studi dan kapasitas dosen, sehingga sangat diharapkan dosen-dosen dan akademisi lingkup UIN Mataram dapat meningkatkan riset-riset yang dipublikasikan pada jurnal-jurnal bereputasi. Beliau juga menegaskan bahwa salah satu dukungan yang dilakukan untuk memotivasi penulis dengan memberikan reward hasil publikasi pada jurnal bereputasi.
Kegiatan utama workshop penyusunan proposal penelitian meliputi pemaparan dari dua narasumber. Penyampai pertama adalah Dr. Muhammad Zulfan Tadjoeddin (Dr. Zulfan) tentang strategi paraphrase dan minimalis similarity dalam penyusunan proposal penelitian kompetitif. “menulis adalah jalan menuju keabadian”, ungkapan tersebut mengawali pemaparan Dr. Zulfan. Perencanaan, visibility, capacity plan, metode dan strategi merupakan dasar utama riset berkualitas. Penelitian yang diharapkan yaitu mampu memberikan konstribusi secara signifikan, konstribusi tersebut dapat di wujudkan melalui gap research dengan menekankan pada impact dan income yang berlaku secara universal. Spesifik pada penyusunan proposal penelitian, beberapa hal utama yang dibutuhkan yaitu literatur review untuk mengangkat novelty penelitian, masukan pada kajian tulisan melalui peer reviewed, dan pendampingan. Lebih lanjut beliau memaparkan bahwa teknik paraphrase agar bebas plagiasi dengan mengutip secara jujur pada sumber yang memiliki branding jelas. Detailnya beliau menjelaskan bahwa paraphrase dilakukan dengan mencantumkan identitas penulis/pemilik ide, selanjutnya menerjemahkan tulisan pada masing-masing gaya penulis dengan mengadopsi inti sari dari makna tulisan yang disitasi. Dr. Zulfan menekankan bahwa melakukan literatur reviuw pada tulisan yang identik sangat diharapkan dalam menggali novelty dan impact penelitian sehingga dapat merumuskan konstribusi penelitian yang dilakukan. Terkhusus pada penelitian yang diterbitkan pada jurnal-jurnal bereputasi maka konstribusi penelitian harus pada jangkauan yang lebih luas, dengan demikian ide dapat berlaku secara global.
Akhir penjabaran beliau menunjukkan peluang-peluang kolaborasi riset internasional dan lanjut studi pada Western Sidney University, merupakan salah satu universitas ternama di Australia yang memiliki konstribusi internasional di berbagai bidang, tercatat pada “Times Higher Education Impact Rangking 2022 – Uni in the World“.
Kesempatan kedua, oleh Prof. Dr. Aliefman Hakim, M.Si (Prof. Alief), dengan tema “Desain Mixed Methods dalam Penelitian Kompetitif”. Penjabaran beliau diawali dengan penjelasan strategi pemilihan metode penelitian, yaitu dengan menganalisa kebutuhan untuk menjawab rumusan permasalahan atau tujuan penelitian yang dilakukan. Terkhusus mixed methods atau yang biasa disebut “metode kombinasi”, merupakan pendekatan yang digunakan untuk menyelidiki permasalahan dengan mengumpulkan dan menganalisis data-data kuantitatif dan kualitatif secara terstruktur. Dengan demikian metode kombinasi dapat menjabarkan temuan-temuan yang lebih detail dibandingkan dengan penelitian yang hanya dilakukan dengan metode tunggal. Terdapat dua jenis penelitian pada mixed methods yaitu sequential dan concurrent. Perbedaanya terletak pada waktu pengumpulan data, jenis penelitian sequential dilakukan berurutan pada waktu yang berbeda sedangkan jenis penelitian concurrent dilaksanakan pada waktu yang bersamaan. Lebih lanjut beliau menjelaskan bahwa setiap jenis dari mixed methods memiliki desain penelitian yang berbeda-beda tergantung variabel dan data-data yang diharapkan pada masing-masing penelitian. Penggunaan jenis sequential dapat dilakukan pengumpulan data secara kuantitatif terlebih dahulu kemudian dilanjutkan dengan pengumpulan data secara kualitatif ataupun sebaliknya. Sedangkan jenis concurrent pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif di lakukan secara bersamaan. Beliau juga menekankan bahwa pada penggunanan mixed methods tetap memperhatikan prinsip-prinsip dari masing-masing metode.
Diakhir penjabaran Prof Alief, menjelaskan bahwa metode penelitian menjadi salah satu dasar penentuan keberhasilan proposal yang diajukan pada penelitian yang sifatnya kompetitif. Terkadang beberapa penelitian sudah menjabarkan novelty dan impact yang jelas namun strategi yang digunakan untuk mengumpulkan data masih belum terjabarkan dengan baik, dampaknya proposal yang diajukan masih diragukan keberhasilnya. Dengan demikian metode penelitian yang dirumuskan harus benar-benar akurat untuk menjawab masalah-masalah yang dirumuskan.
Foto Bersama Narasumber
Publisher : LP2M UIN Mataram | Penulis : Azmar