Mataram — Komitmen Prof. Dr. Masnun, M.Ag Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram dalam memperluas jejaring internasional kembali ditegaskan melalui langkah strategis yang dilakukan oleh International Office di bawah naungan LP2M. Pada Selasa, 31 Maret 2026, International Office LP2M UIN Mataram menggelar Zoom Meeting persiapan visa mahasiswa asing sebagai upaya memastikan kesiapan menyambut 50 mahasiswa internasional yang akan menempuh studi di kampus tersebut.

Ketua LP2M UIN Mataram Prof. Dr. Kadri, M.Si menyampaikan bahwa kegiatan yang dikawal langsung oleh Kepala International Office, Irwan, Ph.D., ini menjadi bagian penting dalam memastikan kelancaran proses administratif, khususnya terkait pengurusan visa bagi mahasiswa asing. Sebanyak 50 mahasiswa dari 23 negara di antaranya Thailand, Mesir, Palestina, Maroko, Kamerun, Afghanistan, Pakistan, Sri Lanka, Sudan, Nigeria, dan Bangladesh, dan lain-lain direncanakan akan bergabung dalam program studi S1 dan S2 di UIN Mataram.

Dalam pertemuan tersebut, berbagai aspek teknis dibahas secara komprehensif, mulai dari persyaratan visa, kelengkapan dokumen, hingga alur pengajuan visa secara resmi. Langkah ini dilakukan untuk meminimalisir kendala administratif serta memastikan seluruh mahasiswa dapat tiba di Indonesia dengan lancar dan tepat waktu.

Yang menarik, kegiatan ini tidak hanya menjadi inisiatif teknis semata, tetapi juga mendapatkan dukungan penuh, pengawasan ketat, serta jaminan kelembagaan dari pimpinan tertinggi UIN Mataram dan LP2M. Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. H. Masnun, M.Ag bersama Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Adi Fadli, M. Ag., Ketua LP2M, Prof. Dr. H. Kadri, M.Si., serta Sekretaris LP2M, Prof. Dr. H. Akhmad Asyari, M.Pd., secara langsung memberikan arah kebijakan, memastikan kualitas pelaksanaan, sekaligus mengawal keberhasilan program ini. Dukungan tersebut merupakan representasi dari komitmen institusional yang kuat dalam mendorong internasionalisasi UIN Mataram. Pimpinan UIN Mataram menegaskan bahwa setiap proses, mulai dari rekrutmen mahasiswa asing hingga kedatangan mereka di Indonesia, harus dikelola secara profesional, terstandar global, dan berorientasi pada kualitas layanan akademik terbaik.

Irwan, Ph.D. menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi besar UIN Mataram dalam membangun ekosistem akademik yang inklusif dan berdaya saing global. “Kami ingin memastikan bahwa setiap mahasiswa internasional yang datang mendapatkan pelayanan terbaik sejak awal, termasuk dalam proses visa. Ini adalah pintu masuk menuju pengalaman akademik yang berkualitas di UIN Mataram,” ujarnya.

Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Adi Fadli menyampaikan, kehadiran mahasiswa asing ini akan memberikan dampak signifikan terhadap internasionalisasi kampus, baik dalam aspek akademik, budaya, maupun reputasi institusi. Interaksi lintas negara di lingkungan kampus diharapkan mampu menciptakan atmosfer pembelajaran yang lebih dinamis, terbuka, dan berorientasi global.

Langkah strategis yang dikawal langsung oleh pimpinan ini menjadi bukti nyata bahwa UIN Mataram tidak hanya berwacana, tetapi bergerak sistematis dan terukur dalam mewujudkan visi UIN Mataram Towards International University. Kehadiran mahasiswa dari berbagai belahan dunia juga menjadi indikator penting dalam mendukung akreditasi internasional, sekaligus memperkuat posisi UIN Mataram di kancah global.

Melalui sinergi kuat antara International Office, LP2M, dan pimpinan universitas, UIN Mataram optimistis mampu menghadirkan layanan pendidikan berstandar internasional. Upaya ini menjadi langkah konkret dalam mengangkat reputasi institusi sebagai pusat keilmuan Islam yang unggul, adaptif, dan diakui dunia.