Mataram- Salah satu kemajuan instituti khususnya UIN Mataram dapat dibuktikan dengan peningkatan kualitas publikasi dosen-dosen dan terjadi peningkatan jurnal-jurnal UIN Mataram menuju jurnal bereputasi scopus. Keberhasilan universitas dalam pengelolaan dan kemajuan sumberdaya manusia dapat dilakukan melalui peningkatan kualitas jurnal-jurnal UIN Mataram menuju akreditasi scopus. sehingga kita berharap semua jurnal-jurnal yang terdapat di UIN Mataram dapat terakreditasi scopus dalam beberapa tahun kedepan sehingga terjadi peningkatan kualitas jurnal kita di UIN Mataram” tandas Plt Ketua LP2M ketika memberikan sambutan pada kegiatan Workshop Peningkatan Pengelolaan Jurnal Menuju Scopus.
Dalam Kegiatan ini, hadir 2 narasumber yang memiliki kapasitas dan kapabilitas dalam pengelolaan jurnal bereputasi yaitu: Dr. Muhammad Mustaqim, MM., M.Pd.I selaku Managing Editor Qudus International Journal of Islamic Studies IAIN Kudus dan narasumber kedua adalah Prof. Mohamad Abdun Nasir, MA, P.hD selaku Asesor Kemenristek Dikti pada Akreditasi Jurnal Nasional-ARJUNA.
Dalam salah satu pemaparannya, Dr. Muhammad Mustaqim, MM., M.Pd.I menjelaskan bahwa terrdapat 3 hal yang harus dipersiapkan sebelum submit akreditasi scopus yaitu: 1). Penulis harus berasal dari luar negeri, 2). Editor (editor harus dari beberapa negara, reputasinya dilihat dari H-Indeknya di scopus, bukan di google scholar), dan 3). jumlah sitasi. selain itu, bahwa faktor pendukung lain yang menentukan kualitas jurnal menuju scopus adalah adanya kriteria dan standart penulisan naskah jurnal bereputasi internasional baik Scopus maupun Web of Science (WoS) harus dipersiapkan sebaik-baiknya, tidak perlu terburu-buru. Selain itu butuh passion, kesabaran dan dinikmati. Dosen pengelola jurnal perlu mengikuti berbagai conferenceuntuk dapat memperluas jaringan yang dapat mempermudah dalam jurnal memperoleh reviewer dan menambah citation. Artikel dalam jurnal yang bereputasi internasional menggunakan bahasa Inggris dan tulisan latin, sehingga pengelola perlu memberikan aturan terkait standar penulisan tersebut. Proofreader juga dapat diperbantukan dalam mengoreksi artikel jurnal kita. Dan yang tidak kalah pentingnnya adalah Jurnal UIN Mataram yang berkaitan dengan keagamaan hendaknya masuk subjek area di Islamic Studies (karena masih jarang) dari pada ke education (banyak saingan dan sudah bagus-bagus).
Selain itu, Prof. Mohamad Abdun Nasir, M.A., P.hD merincikan bahwa strategi dalam pengelolaan jurnal harus berasal dari tim pengelola yang tetap semangat mencari jurnal berkualitas sehingga dapat terbit secara berkala dan setiap tulisan yang akan dipublish oleh pengelola jurnal harus mengedepankan referensi pada jurnal bereputasi scopus. Harus dilakukan profreading untuk memastikan kualitas bahasa jurnal yang siap diterbitkan, profreading harus dilakukan dan peran reviewer harus berasal dari berbagai negera dengan kualitas keahlian yang sesuai dengan tema jurnal yang direview. Hal yang tidak kalah pentingnnya adalah jadwal penerbitan harus secara jelas diinformasikan pada jurnal OJS sehingga author mengetauhi jadwal penerbitan jurnal secara berkala.