LP2M UIN Mataram menyelenggarakan Workshop Inkubasi Penelitian Tahun 2023 dengan menghadirkan Prof. Dr. Umi Sumbullah, M.Ag, Guru Besar Studi Islam sekaligus Wakil Rektor I UIN Malang dan  Dr. rer. nat. Fahrurrozi, M.Si, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) NTB sebagai narasumber. Ketua LP2M, Prof. Dr. Atun Wardatun, MA. menyampaikan laporan bahwa, kegiatan workshop dilaksanakan pada hari Rabu, 1 Februari 2023 di Ruang ICT Centre UIN Mataram, diikuti 81 dosen dan tenaga fungsional lainnya di lingkungan UIN Mataram dan 9 dosen luar kampus sekitar. Tujuan kegiatan adalah penguatan kapasitas dosen-dosen dan tenaga fungsional muda dalam dan luar kampus sekitar dalam merancang penelitian kualitatif yang kompetetitif dan berdaya jual. Penelitian diharapkan melibatkan mahasiswa dan lembaga terkait lainnya seperti BRIN atau kampus lain.

Workshop dibuka oleh Wakil Rektor II UIN Mataram Bapak Prof. Dr. H. Muhammad Zaki, M.Ag. beliau memberikan apresiasi kepada LP2M dalam upaya penguatan kualitas riset para periset muda UIN Mataram dan perguruan tinggi mitra. Lebih lanjut beliau juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada  para narasumber atas kesediaannya berbagi tips dan trik kualitas riset, peluang integrasi dan kolaborasi antar lembaga pada peserta peneliti-peneliti muda sebagai the next generation.   Pada kesempatan yang sama beliau menegaskan bahwa riset selalu berada pada posisi terdepan dalam setiap gerakan inovasi dan modernisasi terkini, sehingga memerlukan perhatian khusus yang merupakan bagian dari Tridarma Perguruan Tinggi. Pada akhir statement, beliau menitipkan harapan besar kepada peneliti-peneliti muda agar kualitas periset lingkup UIN Mataram khususnya dapat meningkat dan dapat disebarluaskan hasil temuannya melalui publikasi jurnal bereputasi nasional dan internasional.

Kegiatan utama workshop inkubasi penelitian meliputi pemaparan dari dua narasumber secara panel.  Penyampaian pertama adalah Prof. Dr. Umi Sumbullah, M.Ag (Prof. Umi) tentang  Riset Gap, Penemuan Ide dan Desain Penelitian. “Tidak Ada Penelitian Berkualitas yang tidak Dimulai dari Research Gap”, ungkapan tersebut mengawali penjabaran Prof Umi. Lebih lanjut menerangkan bahwa generasi muda merupakan insan yang penuh dengan argumen dan inovasi – inovasi melalui riset sebagai pondasi masa depan. Namun terdapat beberapa catatan penting sebagai kelemahan – kelemahan penelitian baik pada publikasi pada jurnal-jurnal bereputasi maupun penelitian kompetitif seperti litapdimas. Misalnya dari segi  judul dan latar belakang masih terlalu umum dan belum menggambarkan jenis serta fokus riset, dari segi metodologi masih teoritis dan belum menggambarkan dari mana data diambil, bangaimana data dikumpulkan, dan bagaimana data dianalisis. Harusnya, riset menunjukkan distingsi dan novelty yang dibangun melalui research gap.

Research gap sebagai kata kunci yang diungkapkan Prof Umi marupakan celah penelitian yang dapat menjadi fokus kajian peneliti berdasarkan pengalaman penelitian terdahulu, atau suatu ide baru tentang research yang belum diteliti dengan cukup, dapat pula dimaknai sebagai suatu ruang penelitian yang diabaikan dan perlu diisi serta suatu pertanyaan yang belum terjawab baik secara akademis maupun praktis.

Lebih lanjut beliau menuturkan bahwa langkah yang dapat di lakukan untuk menemukan research gap yakni:

  • Memeriksa referensi dengan studi terdahulu yang paling relevan.
  • Melihat “keterbatasan penelitian” atau suggestions for future research.
  • Memeriksa daftar tulisan yang pernah terbit di (suatu) jurnal dalam topik yang diteliti.
  • Memetakan literature yang pernah ada (scopus, sciencedirect, DOAJ, JSTOR, google scholar etc), dengan melakukan literature review, systematic review atau meta- analysis terkait topik riset,
  • Mendiskusikan dengan peer group tentang tren penelitian terkini.

Hal lain yang merupakan dasar penting dalam penelitian menurut Prof. Umi adalah “Merumuskan Ide Penelitian dan Desain Penelitian”. Ide suatu penelitian dapat diwujudkan melalui penelusuran dengan mengkaji sisi yang belum dirumuskan pada suatu jurnal yaitu kekurangan dalam berbagai aspek baik secara teoritis, metodologi dan analisis, dapat pula berupa Trend Issue pembahasan publik yang sejalan dengan konsep perkembangan terkini. Mengakhiri Statement, Prof. Umi menegaskan bahwa Desain Penelitian yang berkualitas merupakan deskripsi dan rancangan bagaimana sebuah penelitian akan dilakukan, bukan teori atau ilmu bagaimana cara meneliti dan tentunya memenuhi prasyarat penelitian.

Kesempatan selanjutnya, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) NTB Dr. rer. nat. Fahrurrozi, M.Si., menerangkan bahwa perwujudan pembangunan nasional berkelanjutan di Indonesia perlu ditopang oleh sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dalam bidang keahlian tertentu. BRIN memiliki kapasitas untuk mewujudkan pelaksanaan riset, fasilitas riset, dan sumber daya manusia dengan kepakaran yang memadai.

Lebih lanjut beliau memaparkan Peluang Integrasi dan Kolaborasi riset antar lembaga (BRIN), sebagai wujud pengembangan SDM yang berkompeten. Integrasi dan kolaborasi tersebut dipandang sangat penting, berdasarkan pertimbangan bahwa dengan berkolaborasi dan berintegrasi maka ide-ide kajian riset dapat lebih berkembang. Untuk merealisasikan hal tersebut dengan membuka peluang kolaborasi bersama UIN Mataram melalui LP2M UIN Mataram.

Dr. Fahrurrozi menegaskan bahwa output riset yang diharapkan berorientasi pada discovery (penemuan) yang dapat menjadi suatu referensi dalam pengembangan pembangunan berkelanjutan untuk mewujudkan tujuan pembangunan nasional sesuai dengan perkembangan global terkini. Beberapa kolaborasi riset yang ditawarkan kepada para dosen sebagai periset lingkup UIN Mataram yakni Organisasi Riset Arkeleolologi, Bahasa dan Sastra, Organisasi Riset Sosial Humaniora, Program Visit Researcher, Pendanaan Riset dan Inovasi.

Lebih lanjut beliau menyatakan bahwa integrasi dan kolaborasi BRIN, bukan hanya diperuntukkan bagi dosen tetapi terdapat beberapa tawaran bagi para mahasiswa pada semua jenjang seperti Riset Assistant, Postdoctoral dan Program Barista. Mengakhiri statement, beliau menitipkan harapan besar kepada para periset lingkup UIN Mataram dan kampus mitra, agar integrasi dan kolaborasi bersama BRIN dapat terwujudkan kedepannya.

 

Foto Bersama Narasumber Workshop Inkubasi Penelitian LP2M UIN Mataram

Publisher : LP2M UIN Mataram | Penulis : Azmar