MATARAM: Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag., menyampaikan apresiasi tinggi atas terjalinnya pertemuan kolaboratif antara PSIPP ITB Ahmad Dahlan Jakarta dan PSGA LP2M UIN Mataram yang digelar di Kampus UIN Mataram. Pertemuan tersebut dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat gerakan akademik dan advokasi isu perempuan, sekaligus memperluas kontribusi lembaga pendidikan Islam dalam pembangunan sosial yang lebih berkeadilan. Senin, 07/12/2025

Dalam suasana diskusi yang hangat, kedua lembaga membahas berbagai persoalan mendasar terkait kondisi perempuan, mulai dari kesenjangan akses pendidikan, kekerasan berbasis gender, pemberdayaan ekonomi, hingga perlunya literasi keagamaan yang berpihak pada keadilan gender. Rektor menilai kolaborasi ini sebagai bentuk kesadaran kolektif bahwa perguruan tinggi harus hadir tidak hanya sebagai ruang produksi pengetahuan, tetapi juga sebagai penggerak perubahan sosial.

Beliau mengapresiasi langkah PSGA LP2M UIN Mataram yang terus membuka ruang dialog dengan berbagai pusat studi di Indonesia untuk memperkaya riset, memperkuat program pemberdayaan, dan membangun jaringan advokasi yang solid. Rektor juga memuji semangat PSIPP ITB Ahmad Dahlan Jakarta yang mendorong terbentuknya jejaring nasional pusat studi perempuan agar gerakan keilmuan dapat berdampak lebih luas.

Pertemuan tersebut menghasilkan sejumlah kesamaan pandangan mengenai perlunya kerja bersama yang terstruktur, mulai dari penelitian tematik perempuan dan pembangunan, penguatan kurikulum literasi gender, pendampingan komunitas perempuan rentan di NTB dan Jakarta, hingga rencana penerbitan bersama karya akademik. Rektor menilai bahwa langkah seperti ini sejalan dengan visi UIN Mataram untuk menjadi pusat keilmuan yang inklusif, memberdayakan, dan peka terhadap isu-isu kemanusiaan.

Sebagai bentuk dukungan institusional, Rektor mendorong kedua lembaga untuk segera membentuk tim kerja yang dapat menindaklanjuti hasil pertemuan melalui program yang konkret dan menyentuh kebutuhan masyarakat. Menurutnya, isu perempuan tidak boleh ditunda karena berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia dan masa depan peradaban.

Kolaborasi antara PSIPP ITB Ahmad Dahlan Jakarta dan PSGA LP2M UIN Mataram ini dipandang Rektor sebagai langkah yang perlu diperluas, agar gerakan perempuan semakin mendapatkan ruang strategis dalam dunia akademik maupun praktik pembangunan di tingkat lokal maupun nasional. Beliau berharap kerja sama ini menjadi pijakan baru menuju masyarakat yang lebih setara, inklusif, dan berdaya. LP2M-Adita@Humas