Mataram, 27 Agustus 2025 – Hari kedua Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN Mataram diwarnai dengan penyuluhan penting mengenai pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi. Kegiatan ini menghadirkan Ketua Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Mataram, Prof. Dr. Nikmatullah, M.A, bersama tim UIN Care yang dipimpin oleh Dr. Era Mutiara Pertiwi, M.Si, beserta jajaran yakni Ketua Divisi Pemulihan Dr. Mira Mareta, M.A dan Sekretaris UIN Care Riska Mutiah, M.Si.
Di hadapan lebih dari tiga ribu mahasiswa baru, para narasumber memaparkan secara komprehensif kebijakan, sejarah, dan fungsi UIN Care sebagai tim pencegahan serta penanganan kekerasan seksual di kampus. UIN Care sendiri memiliki empat tugas utama, yaitu mencegah segala bentuk kekerasan seksual, menangani sekaligus melindungi serta memulihkan korban, memberikan rekomendasi untuk menindak pelaku, serta menciptakan lingkungan kampus yang bebas dari kekerasan seksual.
Dalam paparannya, tim UIN Care juga menjelaskan bahwa saat ini kampus telah memiliki perangkat lengkap dalam menangani kasus kekerasan seksual, mulai dari Standar Operasional Prosedur (SOP) hingga pembentukan focal point gender di setiap fakultas. Mahasiswa baru turut diberikan wawasan mengenai definisi, bentuk, dan penyebab kekerasan seksual, cara mengenali tanda-tanda pelaku, siapa saja yang berisiko menjadi korban, serta kondisi psikologis korban yang mengalami kekerasan.
Pada sesi akhir, para narasumber menekankan pentingnya kesadaran kolektif untuk mewujudkan kampus dengan prinsip zero tolerance terhadap kekerasan seksual. Mahasiswa diajak menumbuhkan sikap asertif, serta membangun budaya akademik yang menolak segala bentuk seksisme dan rape culture.
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah konkret UIN Mataram dalam menciptakan lingkungan akademik yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan seksual.