Menindaklanjuti Surat Keputusan LP2M UIN Mataram tentang pembentukan kelompok peneliti berdasarkan rumpun ilmu di UIN Mataram, Kluster Peneliti Sosial-Keagamaan, Kamis (9 Maret 2023) mengadakan rapat perdana bertempat di Perpustakaan UIN Mataram.
Rapat dikuti oleh Abdul Wahid, Suparman Jayadi, Abdur Rahim, Dr. Sarafuddin, Lutfatul Azizah, dan Andi Muhammad Yusuf. Mereka adalah para akademisi-peneliti dari latar disiplin ilmu Sosiologi (Agama), Antropologi (Agama), dan Kajian Budaya.
Rapat ini untuk menyusun rencana dan membahas platform yang meliputi visi, orientasi, distingsi dan pendekatan. Di awal ini fokus pada pemetaan potensi, peninjauan area studi, dan identifikasi jaringan. Pertemuan ini juga mengarahkan pada pembuatan peta jalan dan peta studi Islam kawasan.
“Kita ingin penelitian-penelitian yang dilakukan dipandu dan berdasarkan peta, baik peta jalan maupun peta wilayah, sehingga hasilnya memberikan dampak yang signifikan bagi pengembangan keilmuan dan masyarakat Muslim,” ujar Prof. Dr. Abdul Wahid, koordinator.
Rapat ini menyepakati hal penting dalam penelitian sosial keagamaan yang dilibati UIN Mataram, yakni melakukan pengembangan penelitian pada masyarakat Muslim dengan pendekatan kajian kawasan.
Kawasan Indonesia Timur (Eastern Indonesia) bagian selatan, meliputi wilayah Bali-Nusra menjadi fokus bidikan kelompok ini. Pada perjalanannya nanti juga diharapkan bisa menjangkau wilayah Timor Timur serta Papua yang notabene understudied.
Jika fase awal berjalan dengan baik, maka mengembangkan jaringan penelitian keluar negeri sampai Papua Nugine, Pasifik Selatan, Australia, dan Selandia Baru, tidak bisa dielak. “Sudah saatnya akademisi UIN Mataram keluar kandang, mendunia,” ujar guru besar Antropologi Agama ini.
Pengelompokan peneliti berdasarkan disiplin ilmu ini, menjadi wadah pertemuan akademik interdisipliner, di dalamnya terdapat pengembangan kapasitas, jejaring, dan penelusuran peta-jejak kajian tentang masyarakat Muslim Indonesia Timur.
Pengelompokan ini dibuat dan disambut karena memiliki potensi untuk memungkinkan penelitian dilakukan secara fokus dan mendalam terhadap subjek dan konsep/isu yang berkembang dalam masyarakat Muslim Indonesia (timur).
Yang menjadi perhatian kelompok ini adalah subjek berkenaan dengan domain struktur/institusi, otoritas/agen, gerakan, dan tradisi. Konsep mengenai relasi sosial-budaya, transformasi keagamaan, multikulturalisme, identitas, dan spiritualitas menjadi bidikan kelompok ini.