Perguruan Tinggi dengan core procesesnya bertujuan melahirkan generasai masa depan yang membawa perubahan (agen of change), yang mampu berperan aktif dalam perbaikan dan pengembangan kualitas kehidupan dan kebudayaan, pengembangan ilmu pengetahuan dan pengembangan pengertian dan kerjasama internasional untuk mencapai kedamaian dunia dan kesejahteraan lahir batin umat manusia berkelanjutan. Pendekatan Partisipatory Action Research (PAR) dapat dijadikan pilihan pendekatan untuk menjawab berbagai kelemahan pelaksanaan KKN di atas. Karena PAR pada hakekatnya merupakan sebuah proses atau aktivitas penelitian, pendidikan dan pengabdian yang dilakukan secara simultan dan sinergis.
Dengan menggunakan pendekatan tersebut, KKP lebih berorientasi kepada : (1) Kebutuhan masyarakat (berbasis realitas) yang bersifat bottom up, yakni menggali potensi dan problem secara partisipatif, (2) Penguatan aspek metodologis baik Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) maupun mahasiswa secara sistemik, (3) Dipahami sebagai proses belajar dan bekerja bersama masyarakat, (4) Lebih mengarah pada perubahan sosial keagamaan masyarakat, (5) Menyatukan ketiga Tri Dharma Perguruan Tinggi; Pendidikan, Penelitian, dan Pemberdayaan/Pengabdian Masyarakat, (6) Memposisikan mahasiswa sebagai Fasilitator (fasilitasi pertemuan), Katalisator (sumber ide perubahan) dan Dinamisator (penggerak masyarakat) dalam menjawab problem sosial yang dihadapi, (7) Memposisikan masyarakat sebagai subyek bukan obyek, (8) Menjawab kebutuhan masyarakat, mengembangkan ilmu, dan mempengaruhi perubahan, dan (9) hasilnya, berupa analisis-analisis kritis sosial keagamaan yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik serta kesadaran kritis dan transformasi sosial dalam masyarakat.
Peran serta mahasiswa dalam peningkatan kualitas mutu hidup masyarakat melalui Kuliah Kerja Partisipatif sangat membantu desa mengatasi berbagai permasalahan yang sedang terjadi.
Selain itu, berdasarkan Kepala Desa Midang, Kecamatan Gunung Sari Kabupaten Lombok Barat yang merupakan salah satu lokasi KKP DR Mahasiswa UIN Mataram mengatakan bahwa peran serta mahasiswa sangat membantu kinerja desa terutama pada topik yang berkaitan dengan pernikahan dini, persampahan, zero waste, buruh migran, dll. Strategi dalam sosialisasi sudah sangat baik tambah Kepala Desa Midang yaitu program-program yang dapat diselingi sebagai penyemangat dapat melalui pemutaran film sebagai kegiatan awal sosialisasi tentang sampah, pernikahan dini, buruh migran. Pendekatan melalui strategi ini dilakukan untuk dapat mengumpulkan masyarakat sebagai daya tarik. Didalam kegiatannya, Mahasiswa KKP DR UIN Mataram dilalukan secara bergiliran dengan 2 (dua) orang perhari sebagai proteksi dalam impelementasi protokol kesehatan selama pandemi Covid-19, sehingga jajaran Desa Midang dan segenap masyarakat sangat mendukung kegiatan KKP UIN Mataram sebagai bentuk pengembangan desa dan impelemntasi keilmuan yang didapatkan di Universitas ungkap Beliau.
Selain itu, Plt Ketua LP2M UIN Mataram Dr. Muhamad Sa’i, MA memberikan pengarahan kepada setiap dosen pembimbing lapangan (DPL) bahwa kita terus berbenah menjadi lebih baik dalam kegiatan KKP ini, tetapi umumnya tujuan utamanya kegiatan KKP ini adalah mahasiswa dapat mencari ide, gagasan atau masalah yang didaptkan di desa tempat KKP DR sehingga kedepannya mahasiswa dapat dengan cepat meneylesaikan skripsi dalam bentu refleksi dari KKP DR.