Benchmarking-Roadshow ke tiga UIN; UIN Mas Said Surakarta-UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta-UIN Salatiga. Bencmarking diikuti oleh Prof.Atun Wardatun, M.Ag. MA, Ph.D (Ketua), Dr. Muhammad Sa’i, MA (Sekretaris), Dr. Emawati, M.Ag. (Kapuslit-Publikasi), Dr. M. Liwa Irruba’i, M.Pd (Kapus P2M), Dr. Nikmatullah, M.A (Kapus  PSGA), H. Herman Sah, S.Sos (Analis-Arsiparis), Saparudin, S.Kom, Ismail Marzuki, M.PdI, Baiq Irma Juliana, S.E, Hosiah, S.Pd (Staff-Kesekretariatan).

Benchmarking ini bertujuan silaturrahmi-shering tata kelola dan menandatangani  Momerandum of Understanding (MoU) dalam bidang Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Pengabdian Kepada Masyarakat, dan Pengarusutaam Gender. UIN Mas Said Perguruan Tinggi peraih award Peringkat Utama Perguruan Tinggi Responsif Gender (PTRG) 2022, UIN Sunan Kalijga sebagai soko guru mitra UIN Mataram dalam Pengarusutamaan Gender dan Hak Anak, dan UIN Salatiga sebagai PeguruanTinggi dengan akslarasi dan pengelolaan jurnal menuju scopus.

Di UIN Surakarta tim LP2M UIN Mataram diterima oleh Ketua LP2M Dr. Zuinul Abbas, M.Pd yang didamping Kapuslit, Kapus P2M, Kapus PSGA, dan Kapus Publikasi dan Tim kesekretariatan. LP2M UIN Mataram dan UIN Surakarta menyepakati kolaborasi penelitian, KKP/KKP, penelitian gender dan anak, serta pertukaran reviewer penelitian. 

Dan di UIN Sunan Kalijaga diterima oleh Direktur Pusat Pengarusutamaan Gender dan Hak Anak (P2GHA) Dr. Witriani, M.Hum yang didampngi Sekteratis P2GHA sekaligus Ketua Dharma Wanita UIN Mataram Suziana Triantini, M.Hum.

Dalam petemuan tersebut tim mendapatkan informasi dan trik-trik dalam pengembangan kajian gender sekaligus edukasi pada sekolah perempuan serta diikat dalam PkS yang ditandatangi bersama oleh kedua belah pihak. Sementara itu di UIN Salatiga tim LP2M diterima oleh Noor Malihah, Ph.D Wadir Pascasarjana sekaligus pengelolan jurnal IJIMS di Gedung KH. Ahmad Dahlan.

Prof. Atun Wardatun pada tiga PTKIN tersebut menyampaikan ucapan terima kasih atas kesediaan menerima tim, sekaligus mengungkapkan bahwa pemilihan ketiga PT tersebut karena kelebihan yang dimiliki masing-masing. Ada tiga hal penting yang menurutnya dapat digali dari ketiga PT tersebut, yaitu; tata Kelola dan pendanaan dalam mendorong peran serta LP2M, 

pentingnya untuk secara terus menerus meningkatkan kajian gender dan advokasi serta edukasi gender baik di penelitian, pengabdian dan pubilkasi, serta urgensinya meningkatkan koordinasi dan clinic pengelolaan menuju akslarasi jurnal bereputasi.

Kegiatan seperti ini, menurut Sekretaris LP2M Muhammad Sa’i penting dilakukan selain unutuk penyegaran atau refreshment dengan belajar langsung dari loksai tetapi dapat menambah wawasan dalam mengelola dan meningkatkan peran serta LP2M sebagai corong perguruan tinggi yang mengemban dua dari tiga tugas PT (Tri Dharma Perguruan Tinggi) yaitu penelitian dan pengabdian. Wass. (Yogyakarta, 22/11/2022).