SONGKHLA – Dalam rangka memperluas wawasan lintas budaya selama pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional di Thailand, mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram melaksanakan kegiatan Cross Culture dengan mengunjungi Khao Tang Kuan (Tang Kuan Hill), salah satu destinasi bersejarah sekaligus ikon wisata budaya di Kota Songkhla, Provinsi Songkhla. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa untuk mengenal lebih dekat sejarah, budaya, serta nilai-nilai kehidupan masyarakat Thailand melalui pengalaman belajar secara langsung di lapangan.

Berada di kawasan Tambon Bo Yang, Distrik Mueang Songkhla, Khao Tang Kuan dikenal sebagai salah satu titik tertinggi di Kota Songkhla yang menyuguhkan panorama Kota Tua Songkhla, Danau Songkhla, hingga Teluk Thailand. Selain memiliki nilai wisata, kawasan ini juga menyimpan nilai sejarah dan spiritual melalui keberadaan Phra Chedi Luang, stupa yang menjadi salah satu simbol penting di kawasan tersebut, serta Sala Wihan Daeng, paviliun kerajaan yang dibangun pada masa pemerintahan Raja Chulalongkorn (Rama V). Keberadaan situs-situs tersebut menjadikan Khao Tang Kuan sebagai representasi perpaduan antara sejarah, budaya, dan identitas masyarakat Thailand Selatan.

Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa KKN Internasional UIN Mataram melakukan observasi mandiri terhadap lingkungan kawasan, mengamati karakter arsitektur, lanskap, serta berbagai simbol budaya yang terdapat di lokasi. Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai sejarah dan warisan budaya Thailand, tetapi juga meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya menjaga keberagaman budaya sebagai bagian dari identitas suatu bangsa. Kegiatan Cross Culture ini sekaligus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperkuat kemampuan adaptasi dan komunikasi lintas budaya selama menjalankan program pengabdian di Thailand.

Usai melaksanakan kegiatan di Khao Tang Kuan, rangkaian pembelajaran budaya dilanjutkan dengan mengunjungi Wat Khok Samankhun, salah satu kuil Buddha bersejarah yang berada di Distrik Hat Yai, Provinsi Songkhla. Kunjungan edukatif ini dirancang sebagai langkah strategis bagi mahasiswa untuk memperkaya literasi lintas budaya serta membangun pemahaman komprehensif mengenai keberagaman sosiokultural masyarakat setempat. Melalui eksplorasi langsung ini, tim KKN berupaya meningkatkan khazanah pengetahuan mereka mengenai tempat-tempat yang menjadi bagian dari identitas budaya Thailand.

Suasana kultural terasa semakin kental saat para mahasiswa menyusuri kompleks kuil bersejarah tersebut dengan mengenakan Chut Thai, busana adat tradisional Thailand. Penggunaan pakaian adat ini merupakan wujud penghormatan terhadap kearifan lokal sekaligus upaya mahasiswa untuk merasakan pengalaman pembauran budaya secara langsung. Sepanjang berjalan mandiri mengitari area kuil tanpa didampingi pemandu wisata, keanggunan busana tradisional yang berpadu dengan arsitektur khas Thailand menciptakan pengalaman yang berkesan sekaligus menarik perhatian masyarakat yang berada di sekitar kawasan kuil.

Selain menjadi sarana mengenal arsitektur dan sejarah, kunjungan ini juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami peran kuil dalam kehidupan masyarakat Thailand. Melalui pengamatan langsung, tim KKN Internasional UIN Mataram memperoleh gambaran bahwa kuil Buddha tidak hanya difungsikan sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat berbagai aktivitas sosial, pendidikan, serta pelestarian budaya yang terus diwariskan dari generasi ke generasi. Pengalaman tersebut memperkaya wawasan mahasiswa mengenai hubungan antara nilai-nilai keagamaan, budaya, dan kehidupan masyarakat Thailand.

Selama berada di kawasan Wat Khok Samankhun, mahasiswa turut mengamati berbagai ornamen khas yang menghiasi bangunan kuil, mulai dari ukiran tradisional, patung-patung Buddha, hingga elemen dekoratif yang menjadi ciri khas seni arsitektur Thailand. Setiap bagian bangunan menunjukkan perpaduan antara nilai estetika dan filosofi yang diwariskan secara turun-temurun. Melalui observasi tersebut, mahasiswa memperoleh pemahaman bahwa warisan budaya tidak hanya tercermin dari bentuk fisik bangunan, tetapi juga dari makna yang terkandung di dalam setiap unsur arsitekturnya. Bagi tim KKN Internasional UIN Mataram, kunjungan ke Wat Khok Samankhun menjadi bagian dari proses pembelajaran lintas budaya yang melengkapi pelaksanaan program pengabdian di Thailand. Pengalaman berinteraksi dengan lingkungan budaya setempat diharapkan dapat memperluas perspektif mahasiswa, meningkatkan sikap saling menghormati terhadap keberagaman budaya, serta menjadi bekal dalam membangun komunikasi dan kerja sama yang baik dengan masyarakat internasional.